Rabu, 26 Maret 2014

Hunting di Jalur Selatan part 2

Jalan - jalan ke Pasar Minggu,
jangan lupa membeli emping.
Daripada kita menggalau,
lebih baik pergi hunting....

Betul nggak? Daripada pagi - pagi udah galau karena gak ada aktivitas...
Oh ya, lokasi hunting kali ini tempatnya tetap di jalur selatan, tepatnya di pertigaan Giripeni, Wates, Kulonprogo. Pada waktu itu, banyak sekali bus yang lalu lalang, masuk dan keluar Jogja.

Sebelumnya maaf kalau fotonya ada yang gelap, ngeblur, atau terpotong...
Kita mulai dari yang sudah biasa lalu lalang di sini, Efisiensi Jetbus HD Hino RK8 Cilacap - Jogja, kayaknya ini bus angkatan dini hari dari Cilacap...
Dilanjutkan dengan barisan bus malam tujuan Jakarta - Jogja, Sinar Jaya 28 AC, powered by Hino RG..
Dan si kecil Sumber Alam Tourista, entah ini buat ngelen atau buat langsir penumpang...
Arah barat pun di waktu pagi tak kalah semarak. Diawali dari Rosalia Indah Jetbus HD Mercedes Benz OH 1526 tujuan Jember - Solo - Jogja - Purwokerto. Jauh banget mainnya ya? Maaf, fotonya kurang jelas...
Ada juga si nona manis alias bus non AC, Antar Jaya tujuan Solo - Jogja - Purwokerto. Dari roman mukanya, kayaknya ini eks Sumber Kencono (yang sekarang jadi Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu)...
Mas Budi alias Budiman pun sudah mengawali perjalanannya di pagi itu ke Tasikmalaya, dengan armada Jetbus HD Mercedes Benz OH 1521 Intercooler...
dan hunting kali ini pun berbonus armada barunya Budiman yang baru saja dibawa pulang dari Adiputro, Mercedes Benz OH 1521 Intercooler berbaju Jetbus HD2...
Ada juga Budiman yang baru saja berangkat ke Tasikmalaya, dengan armada Mercedes Benz OH 1525 berbaju Sprinter buatan karoseri Laksana...
Tak ketinggalan juga ada Sinar Jaya Patas Pagi Jogja - Jakarta, tentunya menggunakan armada Hino RK8 berbaju New Proteus buatan Laksana juga tentunya...



Matahari mulai meninggi, dan makin banyak bus yang datang dan pergi, keluar dan masuk Jogja. Yang baru datang antara lain, seperti pada foto di bawah ini, Sumber Alam non AC Jogja - Karawang...
disusul saudara satu garasi yang berbaju Legacy Sky SR - 1...
Si pemain baru, Murni Jaya, juga baru datang. Sepertinya bus ini mulai jadi pilihan warga Jogja yang hendak ke Jakarta...
Disusul Dieng Indah Scorpion King. Di kaca samping stikernya Mercedes Benz OH 1526, tapi kok julur depannya pendek ya?
Beberapa waktu kemudian, muncul Raharja Putra Mulya. Salut dengan bus ini, walau menggunakan armada yang sudah tidak muda lagi, masih sanggup melayani rute jarak jauh....


Matahari makin tinggi, bus malam sudah tidak ada lagi yang lewat. Mungkin saat itu jalur yang dilewati relatif ramai lancar, dan yang terlihat hanya bus - bus tujuan Purwokerto dan Cilacap yang mulai masuk Jogja, misalnya bus Aman ATB (AC Tarif Biasa) Nucleus 3 Hino AK, seperti pada foto di bawah ini...
Dan yang sudah sering dilihat oleh teman - teman di jalur selatan, Efisiensi Jetbus HD Hino RK8, kali ini baru datang dari Purwokerto...
Dan ada juga bus wisata PO. Barokah yang mengantar rombongan wisata, entah ke mana tujuannya. Yang pasti, bus ini berbaju Jetbus HD, berchasis Mercedes Benz OH 1526.

Sudah makin tinggi matahari, dan sudah tidak ada lagi bus malam yang masuk Jogja. Ya sudahlah, kali ini memotret bus yang hendak berangkat ke arah barat, misalnya bus Budiman OH 1526 Jetbus HD di bawah ini yang tentunya mau ke Tasikmalaya...
Disusul Efisiensi Jetbus HD Hino RK8 angkatan jam 7 pagi dari Jogja yang hendak ke Cilacap....
Tak ketinggalan pula ada Citra Adi Lancar yang hendak ke Kuningan, Jawa Barat. Siapa sangka bus berbodi Legacy Sky SR - 1 ini masih menggunakan Hino RK2HR atau Hino RK - T. Salut...
Ada juga Budiman berbaju New Travego, berchasis Mercedes Benz OH 1521 Intercooler yang hendak menuju ke Bandung....
Teman - teman di jalur selatan jangan bosen lihat dua bus di bawah ini ya. Siapakah itu? Efisiensi? Yak, benar sekali. Dimulai dari si hijau - putih yang hendak ke Cilacap...
Dan yang di bawah ini, Efisiensi yang hendak ke Purwokerto...
Ada Murni Jaya ke arah barat. Apakah ada Murni Jaya pemberangkatan pagi tujuan Jogja - Jakarta? Ataukah bus ini hanya perpal di terminal Wates? atau, malah perpal di terminal Purworejo? Entahlah....

Daaannn.... karena hari sudah semakin siang, hunting kali ini pun ditutup dengan Riyan Transport yang hendak menuju ke Cilacap....
Sekian dulu share foto hasil hunting kali ini. Tentunya banyak foto yang ngeblur, kurang jelas, dan terpotong, tentu juga banyak salah kata dan salah ketiknya. Mohon kritik dan saran dari pembaca sekalian ya...









Jumat, 21 Maret 2014

Senja di Sudut Sekitar Jogja....

Matahari tergelincir ke arah barat, mengucapkan selamat beristirahat pada penduduk bumi. Waktunya menyudahi semua aktivitas dan memulihkan tenaga untuk esok hari...

Beginilah suasana senja di sudut wilayah Jogja. Suasana yang indah di kala matahari berjalan ke peraduannya, seperti pada foto di bawah ini....
Suasana senja di Jembatan Srandakan, Bantul. Tampak ada seorang warga baru pulang ke rumah setelah mencari rumput untuk makanan ternak di sawah....

Ketika matahari terbenam di arah barat, tertutup barisan pohon kelapa, lokasi di Jembatan Srandakan...




Angin sore yang sejuk, seakan memberi isyarat untuk beristirahat melepas penat, seperti pada foto di bawah ini....



Jangan lupa, sebelum istirahat, makan sore dulu ya, seperti Shaun dan kawan - kawannya di bawah ini....
Kala sang surya tenggelam di wilayah Brosot, Kulon Progo, seperti pada gambar di bawah ini... Betapa indahnya...
Suasana senja usai hujan membasahi bumi pun tak kalah indahnya, seperti pada foto di bawah ini, yang diambil di wilayah Dekso, Kulon Progo...
Sang Garuda masih gagah, walau tubuhnya basah.
Di bawah ini, foto jalan menuju Bukit Menoreh yang basah di kala hujan sore - sore...

Dan foto terakhir ini kala senja menjelang Maghrib di wilayah Brosot, Kulon Progo. Sekian, dan ditunggu kritik dan sarannya dari pembaca semuanya...
Terima kasih....




Suatu Pagi di Sudut Jogja....

Adzan Subuh telah berkumandang, bersahutan dengan kokok ayam, dan kicau burung yang riuh menyambut pagi. Asap mengepul dari rumah, tanda asupan gizi telah disiapkan untuk menbekali aktivitas sehari - hari.....

Begitulah suasana pagi di wilayah pedesaan. Suasana yang sejuk dan indah, dengan ikatan kekeluargaan yang sangat kuat, serta bebas polusi, membuat sudut wilayah pedesaan di sekitar Jogja cukup menarik untuk dijelajahi, seperti pada foto - foto di bawah ini....

Ketika matahari terbit di balik bukit Menoreh, dekat objek wisata Goa Kiskendha, Kulon Progo.
Betapa indahnya....


Ketika matahari terbit menyinari dunia, menyapa semesta dengan kehangatannya. Foto di atas berlokasi di Jembatan Srandakan, Bantul. Di sini, aktivitas warga sudah mulai ramai, banyak yang pergi ke sawah, ke pasar, maupun bekerja ke kota....
Bergerak dan berlomba mencari rezeki Illahi. Seorang bapak pergi ke pasar, membawa dagangan dengan sepeda motornya, menyambut pagi di Jembatan Srandakan...
Melepas lelah setelah mengayuh sepeda, lokasi di sebuah jalan pedesaan di wilayah Brosot, Kulon Progo...

Ada juga seorang bapak penjual ayam yang baru saja pulang dari pasar. Betapa gigihnya bapak ini, tetap mencari rezeki walau usia beliau tak muda lagi....
Betapa cerianya anak - anak yang berangkat ke sekolah di kala pagi. Berangkat dan pulang bersama teman, dan belajar bersama bapak dan ibu guru, menuntut ilmu demi masa depan, seperti pada dua foto di bawah ini...
Foto pertama diambil di Brosot... Betapa cerianya mereka, bercanda - canda, tertawa - tawa, sampai tidak terasa telah bertemu teman dan guru tercinta....
Foto ini diambil di wilayah Samigaluh ... Mereka tetap semangat menuntut ilmu walau harus menempuh jarak yang jauh dari rumah ke sekolah....
Pagi yang cerah, di pegunungan Menoreh yang indah. Dengan senyum di bibir merah, kudaki bukit dan kulewati lembah, demi menuntut ilmu di sekolah...

Suasana pagi yang indah juga menyenangkan bagi hewan ternak ciptaan Tuhan. Betapa cerianya para bebek ini setelah mandi pagi di saluran irigasi dekat sawah....

Betapa indahnya suasana pagi di sudut - sudut pedesaan wilayah Jogja. Udara yang sejuk dan pemandangan yang indah, membuat semua yang mengunjunginya menjadi betah. Sekian dulu, kawan. Kritik dan saran, saya nantikan.....





Hunting di Jalur Selatan

Jalur selatan adalah salah satu jalan yang cukup ramai. Berbeda dengan jalur pantai utara (Pantura), jalan raya di jalur selatan dikenal sempit, bergelombang, dan banyak tikungan tersembunyi alias tikungan ci - luk - ba. Pemandangan kiri kanan banyak didominasi persawahan dan permukiman warga. Banyak kendaraan yang lewat di sini setiap harinya, baik bus, truk, mobil, maupun sepeda motor.

Ngomong - ngomong soal bus, siapa bilang bus yang lewat di jalur selatan tidak sebagus bus yang lewat di jalur pantura? Banyak kok bus yang bagus - bagus, baik non AC maupun yang pakai AC, ke manapun trayeknya. Ya sudahlah, daripada banyak bicara, ini dia gambarnya:

Sumber Alam "Buyung". Legacy Sky SR - 1 Hino RK8. Bus Sumber Alam termasuk salah satu bus antar kota antar propinsi trayek Jogja - Jakarta yang dominan di jalur selatan. Selain itu, bus yang dominan terlihat di jalur selatan Jogja tentunya ada Efisiensi, seperti dalam foto di bawah ini, Purwokerto - Jogja, Jetbus HD Hino RK8

Jangan lupa dengan mbak Citra dan mas Budi. Lho, siapa mereka? Mereka adalah Citra Adi Lancar dan Budiman. Citra Adi Lancar melayani trayek Yogya - Tegal - Cirebon dan Yogya - Kuningan, seperti pada foto di bawah ini:
Citra Adi Lancar, Yogya - Kuningan, Jetbus HD Mercedes Benz OH 1521 Intercooler Euro 3.
Kalau Budiman, melayani trayek Yogya - Bandung dan Yogya - Tasikmalaya, seperti pada gambar di bawah ini:
Budiman Yogya - Tasikmalaya, Jetbus HD Mercedes Benz OH 1526.
Selain Sumber Alam, Budiman, Efisiensi, dan Citra Adi Lancar, tentunya ada Rosalia Indah. Bus ini termasuk dominan di jalur selatan, dengan melayani trayek ke Jabodetabek maupun ke Jawa Timur, mulai dari kelas Super Executive sampai patas non AC, contohnya seperti pada foto di bawah ini:
Rosalia Indah Super Executive Semin - Wonosari - Bogor, Royal Travego Morodadi Prima, Mercedes Benz OH 1521 Intercooler.

Jangan lupa dengan Mandala, yang kini telah dimiliki oleh Handoyo Group. Bus ini juga termasuk dominan di jalur selatan dengan trayek Surabaya - Solo - Jogja - Purwokerto - Tasikmalaya - Bandung. Seperti apa busnya? Ini dia...
Mandala (Handoyo Group), Surabaya - Purwokerto - Tasikmalaya - Bandung, Rahayu Santosa Evo C, Hino AK8 A215.

Untuk trayek Sumatra, bus yang lewat jalur selatan cukup banyak, contohnya antara lain Siliwangi Antar Nusa (SAN), Antar Lintas Sumatra (ALS), dan Family Raya Ceria (FRC). Di bawah ini foto bus Family Raya Ceria (FRC) yang baru saja tiba dari Bengkulu, body Legacy buatan karoseri Laksana, dengan chasis Hino AK8 A215:

Kali ini ada pemain baru di jalur selatan. Siapakah itu? Ya, dia adalah mbak Murni atau Murni Jaya, bagian dari Hiba Utama Group, sama seperti Laju Prima. Di jalur selatan ini, Murni Jaya menyasar penumpang dari Jogja dan Klaten yang hendak merantau ke Jabodetabek. Seperti apa armadanya? Ini dia....
Menggunakan body Discovery buatan karoseri Laksana, dengan chasis Hino AK8 A215, sama seperti bus Mira, Sumber Selamat, dan Sugeng Rahayu tujuan Surabaya - Jogja. Murni Jaya sendiri terbagi menjadi 2 kelas, Patas AC dan AC Ekonomi.

Sebenarnya masih banyak hasil hunting yang belum sempat di - share di sini karena keterbatasan waktu. Tentunya teman - teman pembaca juga sudah tahu bus apa saja yang lewat jalur selatan setiap harinya kan? Sekian dan mohon koreksinya ya, teman - teman. Merdeka!